PELATIHAN TRAINER OUTBOUND UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA ANGGOTA ORGANISASI KEPEMUDAAN KARANG TARUNA DI GUWOSARI PAJANGAN BANTUL D.I YOGYAKARTA
Submitted by admin on Wed, 2026-07-15 11:17
Yogyakarta, 14 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pelatihan Trainer Outbound untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Anggota Organisasi Kepemudaan Karang Taruna." Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026 pukul 08.00 sampai dengan selesai bertempat di Ingkung Kwali, Kalakijo, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menghadirkan Muhammad Sidiq Saputra, S.Pd., Gr. sebagai pemateri utama.
Pelatihan ini merupakan implementasi program pengabdian kepada masyarakat Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural dengan Ketua Pengabdi Prof. Dr. Sigit Nugroho, M. Or. guru besar dari program studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan dengan Anggota Dosen yaitu: Dr. Martono, S.Or., M.Or. dari Prodi Ilmu Keolahragaan dengan Konsentrasi Manajemen Olahraga dan Dr. Fadli Ihsan, S.Pd., M.Or. dari prodi Ilmu Keolahragaan.
Program pengabdian kepada masyarakat juga melibatkan mahasiswa sebagai pendukung IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus) dengan melibatkan mahasiswa dari prodi Ilmu Keolahrgaan yaitu: Iqbal Maulana, Linda Aulya Maryam, Muhammad Rifai Afdillah Putra Nugroho, Yosafat Charlie Hutabarat dan Akbar Budi Syahputra.
Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan kompetensi anggota Karang Taruna sebagai calon trainer outbound yang mampu memfasilitasi berbagai aktivitas pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan juga menjadi media transfer ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, penyampaian materi, simulasi permainan outbound, praktik memandu kegiatan, diskusi kelompok, evaluasi, serta penutupan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman langsung dalam merancang dan memimpin aktivitas outbound.
Dalam paparannya, Muhammad Sidiq Saputra, S.Pd., Gr. menjelaskan bahwa trainer outbound tidak hanya bertugas memimpin permainan, tetapi juga mampu mengelola dinamika kelompok, membangun komunikasi efektif, meningkatkan motivasi peserta, serta melakukan refleksi terhadap setiap aktivitas agar menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Pendekatan experiential learning menjadi inti pelatihan karena peserta belajar melalui pengalaman nyata, kemudian merefleksikannya menjadi pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun organisasi.
Materi yang diberikan meliputi konsep dasar outbound training, karakteristik trainer profesional, teknik komunikasi dan public speaking, manajemen risiko dalam kegiatan luar ruang, penyusunan ice breaking dan energizer, fasilitasi dinamika kelompok, hingga evaluasi kegiatan outbound. Setelah memperoleh materi, peserta mengikuti berbagai simulasi permainan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Selama praktik lapangan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan secara bergantian berperan sebagai trainer maupun peserta outbound. Melalui metode ini, setiap peserta memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan memimpin kelompok, memberikan instruksi yang jelas, membangun komunikasi interpersonal, serta melakukan evaluasi terhadap jalannya permainan. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung aktif, menyenangkan, sekaligus aplikatif sesuai kebutuhan organisasi kepemudaan.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari anggota Karang Taruna. Peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman mengenai tantangan membangun organisasi kepemudaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Mereka juga memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya outbound sebagai media pembelajaran karakter, pembentukan kepemimpinan, peningkatan solidaritas, serta pengembangan soft skills yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.
Selain meningkatkan kapasitas individu, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan trainer-trainer muda yang dapat mengembangkan berbagai kegiatan pelatihan kepemudaan di lingkungan masing-masing. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi Karang Taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda yang produktif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Pelaksanaan kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan hasil kajian akademik di bidang ilmu keolahragaan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. Pengabdian kepada masyarakat menjadi wahana implementasi keilmuan dosen sekaligus memperluas dampak positif hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat.
Kegiatan PKM ini mendukung Pencapaian SDGs melalui Kajian Holistik dan Wellness Terapan Olahraga dan Kesehatan Pelatihan Trainer Outbound ini sejalan dengan tema Kajian Holistik dan Wellness Terapan Olahraga dan Kesehatan yang menempatkan aktivitas outbound sebagai media pengembangan kesehatan fisik, mental, sosial, dan emosional secara terpadu. Kegiatan outbound tidak hanya berorientasi pada aktivitas permainan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesejahteraan (wellness) melalui peningkatan kebugaran, penguatan karakter, komunikasi interpersonal, kemampuan bekerja sama, serta ketahanan psikologis peserta.
Implementasi kegiatan juga mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 3 (Good Health and Well-being): meningkatkan kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas outbound yang mendorong gaya hidup aktif, kebugaran jasmani, pengelolaan stres, serta penguatan kesehatan psikososial.
- SDG 4 (Quality Education): memberikan pendidikan nonformal berbasis pengalaman yang mengembangkan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, problem solving, dan kerja sama tim.
- SDG 17 (Partnerships for the Goals): memperkuat kolaborasi antara Universitas Negeri Yogyakarta dengan organisasi kepemudaan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Melalui pendekatan wellness berbasis olahraga, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis peserta sebagai trainer outbound, tetapi juga mendorong terbentuknya individu yang memiliki keseimbangan aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi kepemudaan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta dalam mengimplementasikan hasil kajian akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan yang aplikatif dan berbasis pengalaman, diharapkan anggota Karang Taruna mampu menjadi agen perubahan yang mampu mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan kepemudaan secara profesional, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat yang dikembangkan oleh tim dosen FIKK UNY, yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dalam pengembangan kepemimpinan, kerja sama tim, dan karakter, sebagaimana dirancang dalam proposal kegiatan PkM tahun 2026.
