Pelatihan Pencegahan dan Perawatan Cedera bagi Anggota PERGATSI DIY

Yogyakarta – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta melalui kelompok Riset Grup (RG) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Pencegahan dan Perawatan Cedera bagi Anggota PERGATSI DIY” pada Minggu (26/4/2026) di MTC Joglo Gumregah, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan dari Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelatih, pemain, wasit, serta manajemen olahraga dalam memahami upaya pencegahan dan penanganan cedera, khususnya pada olahraga gateball.

Ketua kegiatan, Dr. Fatkurahman Arjuna, M.Or, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta memiliki pemahaman yang lebih baik terkait pencegahan dan penanganan cedera olahraga sehingga dapat mendukung performa atlet secara optimal,” ujarnya.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua PERGATSI DIY, Ir. Gatot Saptadi, yang menyambut baik inisiatif kolaborasi antara FIKK UNY dan PERGATSI DIY. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk penguatan kerja sama di bidang pengembangan olahraga.

Materi pelatihan meliputi pemahaman dasar mengenai cedera olahraga dan strategi pencegahannya yang disampaikan oleh Wahyu Aji Nugroho, M.Or, selaku Manager Terapi dan Rehabilitasi HSC UNY. Selain itu, peserta juga mendapatkan praktik langsung penanganan cedera olahraga yang dipandu oleh tim PkM bersama tim Massase Terapi Cedera (MTC) Joglo Gumregah.

Tidak hanya sesi materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif serta wawancara kepada peserta terkait penelitian mengenai “Peran Strategic Leadership pada Organisasi Olahraga Daerah dan Implikasinya terhadap Persepsi Dukungan Atlet”. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas outbound tubing untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Melalui pelatihan ini, diharapkan sinergi antara akademisi dan organisasi olahraga daerah dapat terus ditingkatkan guna mendukung pengembangan olahraga yang lebih profesional dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta