Bahasa Indonesia
English
You are here
Dosen FIKK UNY Kenalkan Icebreaking Outbound untuk Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa
Primary tabs

.BANTUL, DIY — Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK). Salah satu program yang dilaksanakan pada tahun 2026 adalah kegiatan “Sosialisasi dan Pengenalan Game Icebreaking Outbound di Sekolah untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDM Mertosanan, Kelurahan Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 29 April 2026. Program melibatkan 42 siswa dan 12 guru sebagai peserta.Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya konsentrasi dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Pada jenjang sekolah dasar, siswa masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan mempertahankan perhatian sehingga relatif mudah mengalami kejenuhan dan terdistraksi ketika pembelajaran berlangsung secara monoton. Melalui program DLK ini, tim FIKK UNY memperkenalkan icebreaking berbasis outbound sebagai salah satu strategi untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan melibatkan siswa secara langsung. Icebreaking tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan untuk menghilangkan kejenuhan, tetapi diarahkan sebagai strategi persiapan kognitif sebelum siswa memasuki pembelajaran inti. Berbagai permainan dirancang untuk menstimulasi sejumlah kemampuan siswa, antara lain gerak, konsentrasi, kecepatan respons, koordinasi, komunikasi, kerja sama, serta pemecahan masalah sederhana. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung atau learning by doing. Program ini tidak hanya menyasar siswa. Para guru juga dilibatkan secara aktif agar memiliki kemampuan untuk menerapkan dan mengembangkan permainan icebreaking secara mandiri. Guru mendapatkan pengalaman dalam memilih permainan, memberikan instruksi, mengatur kelompok, memodifikasi permainan, serta menyesuaikannya dengan karakteristik siswa, kondisi kelas, waktu pembelajaran, dan tujuan pembelajaran. Guru juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan variasi icebreaking sesuai kebutuhan sekolah. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan satu kali, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Integrasikan Aktivitas Fisik dengan Teknologi Digital Salah satu aspek yang menjadi inovasi dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung aktivitas pembelajaran. Tim memperkenalkan berbagai media seperti presentasi digital, video, kuis interaktif, timer, dokumentasi digital, formulir umpan balik, serta Spiral Concentration Test (SCT). SCT merupakan aplikasi asesmen konsentrasi berbasis digital yang mengintegrasikan pelaksanaan tes, pengolahan data, analisis performa, dan pelaporan dalam satu platform. Aplikasi tersebut dapat memberikan informasi berupa waktu penyelesaian, jumlah kesalahan, akurasi, konsistensi, skor akhir, kategori konsentrasi, serta grafik hasil. Aplikasi SCT dapat diakses melalui concentrationspiral.my.id dan dikembangkan sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung asesmen konsentrasi secara lebih terdokumentasi dan berbasis data. Menurut tim pelaksana, integrasi tersebut menjadi bagian penting dari inovasi program karena aktivitas icebreaking tidak hanya mengandalkan permainan fisik, tetapi juga mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses asesmen. Program DLK FIKK UNY ini mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu icebreaking fisik dan outbound ringan, icebreaking berbasis teknologi digital, serta logbook kumpulan icebreaking dan game outbound siswa. Ketiga komponen tersebut diarahkan untuk menstimulasi aspek kognitif, motorik, dan sosial siswa secara bersamaan. Dengan demikian, icebreaking ditempatkan bukan sekadar sebagai aktivitas pemecah kejenuhan, tetapi sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang memiliki tujuan pedagogis. Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan keterlibatan aktif peserta. Siswa memperoleh pengalaman langsung melalui permainan kelompok, sedangkan guru mendapatkan pengalaman praktis dalam memandu dan memodifikasi permainan sesuai karakteristik peserta didik.
Dorong Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan
Secara keseluruhan, kegiatan PKM DLK FIKK UNY telah melaksanakan tahapan utama program, mulai dari persiapan, forum group discussion (FGD), pelaksanaan kegiatan, publikasi media, penyusunan laporan, hingga penyusunan luaran wajib dan publikasi ilmiah. Program ini juga menghasilkan sejumlah luaran, antara lain dokumentasi kegiatan, publikasi media, pemanfaatan aplikasi SCT, Buku Panduan Penggunaan Aplikasi Spiral Concentration Test (SCT), serta publikasi ilmiah. Ke depan, keberlanjutan program diarahkan melalui pendampingan guru, pengembangan bank permainan icebreaking berdasarkan usia dan tujuan pembelajaran, penguatan pemanfaatan SCT, monitoring sekolah mitra, pengembangan modul atau buku kumpulan icebreaking outbound, serta penguatan kemitraan antara FIKK UNY dan sekolah.Melalui kegiatan ini, FIKK UNY menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang menggabungkan aktivitas fisik, permainan, konsentrasi, interaksi sosial, dan teknologi. Program tersebut sekaligus mendukung tujuan SDGs, khususnya Pendidikan Berkualitas (SDG 4), melalui upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan berorientasi pada kebutuhan siswa
Kontak PPs UNY
Copyright © 2026,